belajar untuk meraih miimpi...

wen assallamualaikum..

Senin, 03 Mei 2010

PENDIDIKAN JASMANI

PENDAHULUAN

Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan melalui penyediaan pengalaman belajar kepada siswa berupa aktivitas jasmani, bermaian, dan berolahraga yang direncanakan secara sistematis guna merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik, keterampilan motorik, keterampilan berfikir, emosional, sosial dan moral.
Pendidikan Jasmani adalah sangat penting, yakni memberikan kesempatan pada siswa terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan aktivitas olahrga secara sistematis. Hal tersebut merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap mental, emosional, spiritual dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbangan.
Pendidikan Jasmani menekankan aspek pendidikan yang bersifat menyeluruh ( kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, ketermapilan sosial, penalaran dan tindakan moral), yang merupakan tujuan pendidikan pada umumnya. Atau secara spesifik melalui pembelajaran pendidikan jasmani, peserta didik melakukan kegiatan berupa permainan (game), dan berolahraga ( disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak). Tidak ada pendidikan yang tidak mempunyai sasaran pedagogis, dan tidak ada pendidikan yang lengkap tanpa adanya Pendidikan Jasmani, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alamiah berkembang searah perkembangan zaman.
Istilah pendidikan jasmani di Indonesia telah dikenal sejak tahun 1950-an, kemudian beberapa lama kemudian istilah tersebut menghilang, lalu kemudian tahun 1960-an istilah tersebut berganti dengan istilah olahraga. Perubahan tersebut membawa dampak yang sangat luas dan mendalam, disemua jenjang pendidikan sekolah terutama terhadap struktur dan isi kurikulumnya, karena telah terjadi kesalahpahaman antara kedua istilah tersebut yang selalu mengaitkan kepada kepentingan pembinaan fisik, seperti untuk tujuan berprestasi atau hanya sebatas pencapain derajat kebugaran jasmani belaka.
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.
Pendidikan jasmani dan kesehatan adalah salah satu dari pengkajian ilmu keolahragaan, dimana medan pengkajian ilmu keolahragaan mencakup spektrum aktivitas jasmani yang cukup luas, yang meliputi (1) berrmain (play), (2) berolahraga (sport) (3) pendidikan jasmani dan kesehatan (physical and health education), (4) rekreasi (recreation and leisure), (5) tari (dance). Jadi pendidikan jasmani dan kesehatan adalah merupakan anggota bagian dari ilmu keolahragaan, dengan di dalam pendidikan jasmani dan kesehatan tidak terlepas dari unsur gerak sebagai mana yang terdapat pada ilmu keolahragaan.
Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan keterampilan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan, penalaran, penghayatan nilai (sikap-mental-emosional-spiritual-sosial), dan pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan serta perkembangan yang seimbang.
Dengan pendidikan jasmani siswa akan memperoleh berbagai ungkapan yang erat kaitannya dengan kesan pribadi yang menyenangkan serta berbagai ungkapan yang kreatif, inovatif, terampil, memiliki kebugaran jasmani, kebiasaan hidup sehat dan memiliki pengetahuan serta pemahaman terhadap gerak manusia.

PEMBAHASAN
Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses penddiikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk sosiall, daripada hanya menganggapnya sebagai seseorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Definisi pendidikan jasmani tidak hanya menunjuk pada pengertian tradisional dari aktivitas fisik. Kita harus melihat istilah pendidikan jasmani pada bidang yang lebih luas dan lebih abstrak, sebagai satu proses pembentukan kualitas pikiran dan juga tubuh. Karenanya pendidikan jasmani ini harus menyebabkan perbaikan dalam “pikiran dan tubuh” yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Pendekatan holistik tubuh-jiwa ini termasuk pula penekanan pada ketiga domain kependidikan: psikomotor, kognitiff dan afektif. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer, pendidikan jasmani diistilahkan sebagai proses menciptakan “tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa”. Artinya, dalam tubuh yang baik “diharapkan” pula terdapat jiwa yang sehat, sejalan dengan pepatah Romawi Kuno : Men sana in corporesano.
Definisi Pendidikan Jasmani
Pendidikan Jasmani adalah suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotor, kognitif dan afektif materi mata pelajaran pendidikan jasmani yang meliputi pengalaman mempraktikkan keterampilan dasar permainan dan olahraga; aktivitas pengembangan; uji diri / senam; aktivitas ritmik; akuatik (aktivitas air); dan pendidikan luar kelas (outdoor education) disajikan untuk membantu peserta didik agar memahami mengapa manusia bergerak dan bagaimana cara melakukan gerakan secara aman, efisien dan efektif. Adapun implementasinya perlu dilakukan secara terencana, bertahap dan berkelanjutan yang pada gilirannya peserta didik diharapkan dapat meningkatkan sikap positif bagi diri sendiri dan menghargai manfaat aktivitas jasmani.
Tujuan Pendidikan Jasmani
Menurut Dr. Syarifudin, M.Pd dalam pokok-pokok pengembangan program pembelajaran pendidikan jasmani bahwa tujuan pendidikan jasmani mencakup empat komponen, antara lain:
Komponen Organik, merupakan gambaran tujuan aspek fisik dan psikomotor yang harus dicapai pada setiap proses pembelajaran, yang meliputi ; kapasitas fungsional dari organ-organ seperti daya tahan jantng dan otot.
Komponen neuromuskuler, merupakan gambaran tujuan yang meliputi aspek kemampuan unjuk kerja keterampilan gerak yang didasari oleh kelenturan, kelincahan, keseimbangan, kecepatan dan lain-lain.
Komponen intelektual, merupakan gambaran yang dapat dipadankan dengan kognitif.
Komponen emosional, merupakan gambaran yang dapat dipadanan dengan afektif.

Fungsi Pendidikan Jasmani
1. Aspek Organik
a. Menjadikan fungsi sistem tubuh menjadi lebih baik sehingga individu dapat memnuhi tuntunan lingkungannya secara memadai serta memiliki landasan untuk pengembangan keterampilan;
b. Meningkatkan kekuatan, yaitu jumlah tenaga maksimum yang dikeluarkan oleh otot atau kelompok otot;
c. Meningkatkan daya tahan yaitu kemampuan otot atau kelompok otot untuk menahan kerja dalam waktu yang lama;
d. Meningkatkan daya tahan kardiovaskular, kapasitas individu untuk melakukan aktivitas yang berat secara terus menerus dalam waktu relatif lama; dan
e. Meningkatkan fleksibilitas, yaitu rentang gerak dalam persedian yang diperlukan untuk menghasilkan gerakan yang efisien dan mengurangi cedera.
2. Aspek Neuromuskuler
a. meninngkatkan keharmonisan antara fungsi saraf dan otot;
b. mengembangkan keterampilan lokomotor, seperti berjalan, berlari, melompat, meloncat, meluncur, melangkah mendorong, menderap / mencongklang, bergulir, dan menarik;
c. mengembangkan keterampilan non-lokomotor, seperti mengayun, bergoyang, meregang, menekukmenggantung, membongkok;
d. mengembangkan keterampilan dasar manipulatif, seperti memukul, menendang, menangkap, berhenti, melempar, mengubah arah, memantulkan, bergulir, memvoli;
e. mengembangkan faktor-faktor gerak, seperti ketepatan, irama, rasa gerak, power, waktu reaksi, kelincahan;
f. mengembangkan keterampilan olahraga, seperti sepak bola, soft ball, balo voli, bola basket, baseball, atletik, tennis, bela diri; dan
g. mengembangkan keterampilan sekreasi, seperti menjelajah, mendaki, berkemah, berenang; dan lainya.
3. Aspek Perseptual
a. mengembangkan kemampuan menerima dan membedakan isyarat;
b. mengembangkan hubungan-hubungan yang berkaitan dengan tempat atau ruang, yaitu kemampuan mengenali objek yang berada di: depan, belakang, bawah, sebelah kanan, atau sebelah kiri dirinya;
c. mengembangkana koordinasi gerak visual, yaitu kemampuan mengkoordinasikan pandangan dengan keterampilan gerak yang melinatkan tangan, tubuh, dan atau kaki;
d. mengembangkan keseimbangan tubuh (satatis, dinamis), yaitu mempertahankan keseimbangan statis dan dinamis;
e. mengembangkan domonasi (dominancy), yaitu konsisten dalam menggunakan tangan atau kaki kanan / liri dalam melempar atau menendang;
f. mengembangkan laterallitas (leterality), yaitu kemamouan membedakan antara sisi kanan atau sisi kiri tubuh dan anatara bagian dalam kanan atau kiri tubuh sendiri; dan
g. mengembangkan image tubuh (body image), yaitu kesadaran bagian tubuh dan hubunganny a denga tempat atau ruang.
4. Aspek Kognitif
a. mengembangkan kemampuan menggali, menemukan sesuatu, memahami, memperoleh pengentahuna, dan membuat keputusan
b. meningkatkan pengetahuan peraturan permainan, keselamatan, dan etika;
c. mengembangkan kemampuan pengetahuan strategi dan teknik yang terlibat dalam aktivitas yang terorganisasi;
d. meningkatkan pengetahuan bagaimana fungsi tubuh dan teknik yang terlibat dalam aktivitas jasmani;
e. menghargai kinerja tubuh: penggunaan pertimbangan yang berhubungan dengan jarak, waktu, tempat, bentuk, kecepatan, dan arah yang digunakan dalam mengimplememtasikan aktibitas da dirinya;
f. Meningkatkan pemahaman tentang memecahkan problem-problem perkembangan melalui gerakan.
5. Aspek Sosial
a. Menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan dimana berada;
b. Mengembangkan kemampuan membuat pertimbangan dalam situasi kelompok;
c. Belajar berkomunikasi dengan orang lain;
d. Mengembangkan kemampuan bertukar pikiran dan mengevaluasi dan keputusan dalam kelompok;
e. Mengembangkan kepribadian, sikap dan nilai agar dapat berfungsi sebagai anggota masyarakat;
f. Mengembangkan rasa memiliki dan rasa diterima di masyarakat;
g. Mengembangkan sifat-sifat kepribadian yang positif;
h. Belajar menggunakan waktu luang yang konstruktif; dan
i. Mengembangkan sikap yang mencerminkan karakter moral yang baik.
6. Aspek Emosional
a. Mengembangkan respons yang sehat terhadap aktivitas jasmani;
b. Mengembangkan reaksi yang positif sebagai penontohy;
c. Melepas ketegangan melalui aktivitas fisik yang tepat;
d. Memberikan saluran untuk mengekspresikan diri dan kreativitas; dan
e. Menghargai pengalaman estetika dari berbagai aktivitas yang relevan.

Berpartisipasi secara teratur dalam kegiatan olahraga pemahaman dan penerapan konsep yang benar tentang aktivitas-aktivitas tersebut agar dapat melakukannya secara aman; dan pemahaman dan penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam aktivitas-aktivitas tersebut agar terbentuk sikap dan perilaku sportif dan positif, emosi stabil, dan gaya hidup sehat.













Kesimpulan
1. Pendidikan Jasmani merupakan pendidikan yang memfokuskan pada pengembangan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, sabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani.
2. Pembelajaran pendidikan jasmani dilakukan bukan untuk mencapai fasilitas, melainkan sebagai sarana untuk membentuk pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.
3. Olahraga dalam pembelajaran pendidikan ajsmani merupakan salah satu sarana yang digunakan dalam pendidikan.
4. seperti musculer, straenght, musculer edurance, respiratoricaudriswasculer dan komposisi lemak tubuh, serta unsur flecibility, aqility, koordinasi, balance accurafion, power dan speed.








DAFTAR PUSTAKA


Abdulkadir Ateng, Azas dan landasanPendidikan jasmani.Departemen Pendidikan dan kebudayaan.1992
Syarifudin, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta Pusat Perbukuan, 1998.
-------, Pokok-pokok Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Jakarta, Pusat Perbukuan. 1997.
Syamsudin, Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, untuk SMP / MTs. Jakarta, Litang Prinade Medis Qusur, 2006.
Hansuki, Perkembangan Olahraga Terkini, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada. 2003.
Muhajir, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, untuk SMP Kelas I, Jakarta, PT. Erlangga. 2004

KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Swt, berkat limpahan rahmat dan karuniaNya penulis diberikan nilai kesehatan dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ANALISIS TUJUAN PENINGKATAN ORGANIK ATAU MOTORIK PENDIDIKAN JASMANI Adapun tujuan penulisan adalah untuk melaksanakan tugas individu yang diberikan oleh Dosen pengampu matakuliah AZAS,FILSAFAT PENJAS DAN OLAHRAGA Diampu oleh: Prof. Dr. H Abdul Kadir Ateng
Penulis menyadari tersusunnya tugas ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi isi, bahasa maupun tenik penulisan dan panyajian. Adanya kesalahan dalam penulisan ini merupakan milik penulis, dan kebenaran dalam tulisan ini hanya milik Allah SWT, untuk itu masukan sangat penulis harapkan. Akhirnya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca pada umumnya. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar