belajar untuk meraih miimpi...

wen assallamualaikum..

Kamis, 01 April 2010

Perkembangan usia remaja menurut buku Gallahue berdasarkan perkembangan kognitif, psikomotor dan afektif

Psikomotor
Fase ini merupakan fase transisi dari fase anak-anak menjadi dewasa. Karena bukan hanya merupakan periode perubahan yang besar terhadap fisik saja, melainkan periode transisi terhadap perubahan mental dan sosial. Pada usia remaja anak sudah matang dalam membentuk pola gerak, mengkombinasikan gerak menjadi keterampilan olahraga yang sudah terpola atau terbentuk. Merupakan usia transisi keterampilan gerak dasar menjadi fase gerak spesialisasi. Ada perkembangan yang sangat spesifik didalam transisi, aplikasi pada tahap lifelong utilization stages. Dapat dikatakan bahwa pada usia ini, anak sudah dapat dikenalkan pada cabang olahraga prestasi. Dua hal yang perlu diketahui tentang kemampuan gerak pada usia remaja ini adalah:
1. Meskipun pada usia tersebut anak secara kognitif siap untuk menghadapi fase yang lebih tinggi, kemajuannya tergantung pada aspek gerak yang sudah terpenuhi pada fase sebelumnya.
2. Bahwa perkembangan bisa saja tidak spesifik pada semua kemampuan gerak. Misal saja, apabila ada atlet usia remaja yang mahir didalam senam, tidak berarti ia mahir juga didalam melakukan lemparan atau menendang.
Afektif
Hasil dari proses perkembangan gerak pada usia remaja terhadap kemampuan afektif mereka terbentuk melalui permainan, bermain, aktifitas fisik, dan olahraga dan ini sangat dipengaruhi oleh pembentukan budaya pada tiap individu. Karakteristik pada usia ini adalah berdasarkan eksplorasi, eksperimen, dan proses yang memjadikan konsekwensi jangka panjang. Sosialisasi pada usia ini meliputi modifikasi sikap agar dapat diterima oleh kelompok. Sosialisasi budaya tergantung pada interaksi status sosial, peran sosial, dan norma pada masyarakat. Faktor yang sangat mempengaruhi sosialisasi pada usia ini adalah: orang-orang disekitar, institusi, . Kepercayaan, sikap, formasi, nilai, adalah fungsi yang sangat besar dalam sosialisasi budaya.
Kognitif
adanya perbedaan yang konsisten antara kemampuan kognitif anak-anak dan remaja. Dibandingkan anak-anak, remaja memiliki kemampuan lebih baik dalam berfikir hipotetis dan logis. Remaja juga lebih mampu memikirkan beberapa hal sekaligus - bukan hanya satu - dalam satu saat dan konsep-konsep abstrak
Proses berfikir sudah mampu mengoperasikan kaidah-kaidah logika formal (asosiasi, diferen-siasi, komparasi, kausalitas) yang bersifat abstrak, meskipun relatif terbatas. Kecenderungan bakat tertentu mencapai titik puncak dan kemantapannya.
kemampuan berfikir pada usia remaja disebabkan oleh meningkatnya ketersediaan sumberdaya kognitif. Peningkatan ini disebabkan oleh automaticity atau kecepatan pemrosesan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar