belajar untuk meraih miimpi...

wen assallamualaikum..

Jumat, 06 Mei 2011

TRANSFORMASI BUDAYA BISNIS DI INDONESIA


            Persaingan global yang semakin intensif, teknologi yang berkembang pesat, pergeseran demografis, keadaan perekonomian yang fluktuatif, dan perubahan-perubahan dinamis lainnya telah memicu perubahan kondisi lingkungan disekitar organisasi. Lingkungan bisnis telah mengalami perubahan, lingkungan yang mulanya stabil dapat diprediksi berubah menjadi lingkungan yang penuh ketidakpastian, kompleks dan cepat berubah. Organisasi berdiri dan beroperasi ditengah-tengah lingkungan sekitarnya, dan organisasi selalu berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan disekitarnya.
            Organisasi tidak dapat mengendalikan kondisi lingkungan di sekitarnya, namun organisasi harus selalu adaptif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Menghadapi perubahan tersebut, perusahaan harus lebih kompetitif dan lebih fleksibel. Organisasi harus meninggalkan kebijakan dan praktek manajemen yang sifatnya hirarki dan fungsional, dan bergeser pada praktek-praktek baru dibidang manajemen yang lebih fleksibel. Fleksibilitas saat ini menjadi persyaratan penting bagi organisasi. Karena fleksibilitas dalam organisasi memungkingkan organisasi untuk lebih inovatif dan adaptif dalam merespon lingkungan yang cepat berubah.
            Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) harus menjadi penggerak perubahan praktek manajemen dalam organisasi, karena MSDM mempunyai peran strategis dalam menyusun struktur organisasi, membangun budaya organisasi, menyusun strategi staffing, menyusun program pelatihan dan pengembangan, menyusun sistem penilaian karyawan dan penghargaan karyawan. Ada tiga alasan yang menyebabkan MSDM harus menjadi pelopor  transformasi organisasional adalah sebagai berikut :
  1. Persaingan yang semakin intensif menuntut organisasi untuk dapat menurunkan biaya. Penurunan biaya dapat dilakukan dengan menghilangkan non-value added work. Selama ini Departemen Sumber Daya Manusia lebih banyak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya administrative. Pekerjaan administrative merupakan non-value added work yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan menyita waktu cukup banyak. Akhirnya, kontribusi biaya SDM juga cukup besar atas biaya keseluruhan yang harus ditanggung perusahaan.
  2. Persaingan yang makin intensif menuntut organisasi untuk memberikan kualitas pelayanan yang lebih tinggi. Kualitas pelayanan yang lebih tinggi harus didukung oleh peningkatan kualitas layanan di semua bagian organisasi, termasuk Departemen SDM. Departemen Sumber Daya Manusia harus menyediakan layanan yang cepat dan tepat kepada departemen lain dalam organisasi. Untuk mendukung kesuksesan transformasi organisasional, proses dan system informasi SDM harus dirombak total. System SDM tradisional cenderung tidak praktis, tidak efisisien, kompleks, tidak terintegrasi dengan baik, tidak user-friendly,  dan tidak fleksibel. Idealnya, system SDM harus dirancang sebagai satu system yang terintegrasi dengan baik.
  3. Praktek manajemen tradisional yang cenderung bersifat birokratis harus dirubah untuk mendukung kesuksesan transfomasi organisasional. Manajemen tradisional menekankan pengendalian, konsistensi dan kepastian. Semua perencanaan yang dibuat menekankan pencapaian tujuan financial dan resiko adalah hal yang harus dihindari oleh manajemen. Manajer dikader dan dipromosikan dari dalam, jenjang karir karyawan telah dibuat secara jelas dan terstruktur. Pengembangan karir dilakukan melalui training yang sifatnya formal. Penghargaan karyawan diberikan dalam bentuk salary, employee benefit dan  job security.
Karakteristik manajemen tradisional tersebut di atas tidak dapat mengakomodasi fleksibilitas yang dibutuhkan organisasi. Dalam kondisi lingkungan yang penuh ketidakpastian dan cepat berubah, praktek manajemen yang sifatnya langsung dan informal diperlukan untuk flekssibilitas organisasi menghadapi lingkungan yang cepat berubah, tetapi praktek manajemen yang sifatnya formal dan menekankan disiplin juga diperlukan untuk koordinasi. Artinya praktek manajemen yang fleksibel harus menekankan keseimbangan antara fleksibilitas dan koordinasi dalam organisasinya. Oleh karena itu cara yang dipilih organisasi untuk menjadi lebih kompetitif dan lebih fleksibel adalah dengan merombak struktur organisasi, atau dengan kata lain organisasi harus melakukan transformasi organisasional. Akibatnya muncul bentuk-bentuk organisasi baru, antara lain boundaryless organization, verbal organization, empowerwd organization, high-performing work teams dan  process reengineered organization. Jadi sebenarnya bentuk-bentuk organisasi baru adalah produk transformasi organisasional yang dilakukan organisasi.
Sayangnya, implementasi transformasi organisasional tidak selalu sukses, ada banyak hambatan dalam proses perubahan tersebut. Hambatan terbesar yang sering ditemukan adalah penolakan anggota organisasi terhadap perubahan tersebut.

2. PEMBAHASAN
            Banyak pihak meramalkan bidang-bidang bisnis yang selama ini berada dalam balutan proteksi, terang-terangan maupun terselubung yang akan banyak menghadapi tantangan. Perusahaan manufaktur juga akan menghadapi tantangan besar. Demikian pula dengan BUMN, yang disarankan oleh banyak pihak untuk melakukan transformasi bisnis sebagai upaya mengasah daya saingnya di tingkat regional dan batu loncatan dalam persaingan global.
            Perusahaan yang melakukan transformasi bisnis memperoleh banyak manfaat, antara lain : perusahaan dapat memfokuskan diri kepada bidang bisnis yang lebih menjanjikan (business repositioning), menciptakan daya tahan dan daya saing yang lebih besar, meningkatkan kemampuan organisasi agar dapat memiliki daya dukung yang lebih kuat, menciptakan nilai dan penghasilan financial yang lebih besar serta berpeluang lebih besar menjadi perusahaan bertaraf kelas dunia.
Transformasi bisnis adalah seluruh proses perubahan yang diperlukan oleh suatu korporasi utuk memposisikan diri agar lebih baik dalam meyikapi dan menjawab tantangan-tantangan bisnis baru, lingkungan usaha yang berubah secara cepat maupun keinginan-keinginan baru yang muncul dari dalam perusahaan. Perubahan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan terhadap pola pikir, pola pandang dan pola tindak perusahaan, strategi bisnis, budaya perusahaan maupun perilaku dan kemampuan organisasi.
Kerangka kerja transformasi bisnis meliputi rantai nilai transformasi bisnis, yang berisi tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar perubahan yang akan dilakukan dapat menciptakan nilai, serta proses implementasinya, yang berisi langkah-langkah yang diperlukan dalam melaksanakan bisnis secara terencana dan baik.
Terdapat lima tahap utama dalam transformasi bisnis:
  1. Tahap pertama adalah visioning, strategic positioning dan corporate strategy development untuk menetapkan arah dan tujuan perusahaan serta memposisikan diri agar lebih kompetitif.
  2. Tahap kedua ; peningkatan kemampuan organisasi.     
  3. Tahap ketiga ; pengembangan SDM untuk melakukan perubahan yang mendasar pada pengelolaan dan kesisteman SDM.
  4. Tahap keempat ; pemantapan budaya perusahaan agar seluruh kekuatan perusahaan dapat diikat menjadi satu dan diarahkan kepada sasaran yang diinginkan.
  5. Tahap kelima ; tahapan pencapaian sasaran bisnis dan penciptaan nilai budaya perusahaan.
Salah satu tahap dalam transformasi bisnis adalah pemantapan budaya perusahaan, yang merupakan jiwa organisasi. Acap dalam rangka pemantapan budaya perusahaan, sekedar memperkuat budaya perusahaan yang telah ada masih dirasakan kurang memadai. Nilai-nilai yang sudah hidup dalam tubuh organisasi mungkin kurang sesuai dengan strategi baru yang ditetapkan, sehingga nilai-nilai itu ada yang dirubah, ditambah maupun dihilangkan.
Namun harus diingat, perubahan budaya perusahaan menyerap banyak energi. Dalam tahap awal perubahan budaya perusahaan ini yang disebut sebagai tahap dekristalisasi, energi yang digunakan untuk melakukan perubahan berkisar dari rendah hingga menengah. Pada tahapan ini dilakukan rasionalisasi dan legitimasi dari proses perubahan budaya perusahaan yang direncanakan sebagai program antisipasi terhadap budaya perusahaan.
Tahapan kedua, yang disebut tahap metamorfosis, terjadi konflik yang disebabkan perbedaan interpretasi dan juga dilanjutkan proses pengayakan menuju penerapan budara perusahaan yang baru. Tahap yang melibatkan konfirmasi dan kulminasi ini mengurus banyak energi.
Terakhir, proses perubahan budaya organisasi akan tiba pada proses integrasi. Pada tahapan ini, terjadi resolusi terhadap konflik yang terjadi, serta terbentuknya solidaritas dari budaya organisasi yang baru terbentuk. Energi yang dibutuhkan berkisar dari menengah hingga rendah. Keseluruhan proses yang terjadi pada tahap ini disebut sebagai tahap rekristalisasi.
Terdapat beberapa langkah utama yang tidak boleh dilewatkan. Pertama kali yang harus dilakukan adalah menelaah, apakah perubahan budaya perusahaan benar-benar perlu dilakukan? Kemudian melakukan kajian terhadap nilai-nilai yang sudah ada dalam organisasi saat ini, serta melakukan review terhadap strategi perusahaan yang telah ditetapkan. Kemudian dilakukan cross check dengan nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi. Maksudnya adalah untuk melihat apakah strategi-strateginya sudah sesuai dengan nilai-nilai baru yang akan kita anut. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah keselarasan antara pasar dengan budaya organisasi, karena setiap pasar karakteristik perilaku organisasi yang berbeda.
Penting juga ditelaah apakah ada perbedaan antara nilai-nilai inti dan sub budaya yang akan diterapkan. Selanjutnya mengembangkan strategi dalam rangka sosialiasasi budaya organisasi yang baru. Dan terakhir adalah mengembangkan strategi internalisasi budaya organisasi yang baru untuk diimplementasikan.
Rhenald Kasali Ph.D dalam bukunya yang berjudul “Change! Manajemen Perubahan dan Harapan,” mengatakan tak peduli berapa jalan salah yang anda jalani putar arah sekarang juga. Dalam buku tersebut diuraikan secara detail bagaimana upaya kita untuk menyiasati perubahan dimulai dengan memahami filosofi, sejarah dan konsep dasar perubahan, kemudian meyakinkan orang untuk melihat, bergerak dan menyelesaikan perubahan, sampai dengan bagaimana cara membuat dan mengelola harapan. Dalam bukunya tersebut Rhenald kasali mengadopsi strategi perubahan yang dikemukakan oleh Plat. Plat (2001) membedakan perubahan strategis suatu perusahaan ke dalam tiga kategori yang masing-masing kategori harus ditangani secara berbeda, yaitu:
  1. Transformasi Manajemen
Transformasi biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sehat atau perusahaan yang mulai menangkap adanya sinyal-sinyal yang kurang menggembirakan. Pada saat ini, biasanya perusahaan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti : hal-hal tidak patut apa yang telah kita lakukan?, atau hal-hal apa yang mampu membuat kita menjadi lebih baik.
  1. Manajemen Turnaround
Biasanya dilakukan kalau suatu perusahaan sudah mulai menghadapu persoalan-persoalan yang agak pelik dan melibatkan pihak-pihak yang agak luas. Namun pada tahapan ini disadari perusahaan masih mempunyai sumber daya (pada sisi asset) dan waktu yang memungkinkan untuk melakukan maneuver-manuver perbaikan. Misalnya anda masih bias memperbaiki performance perusahaan karena masih mempunyai produk unggulan, reputasi yang memadai dan masih ada aset-aset kurang produktif yang dapat ditingkatkan produktivitasnya atau dilepas pada pihak ketiga.
  1. Manajemen Krisis
Biasanya dilakukan kalau perusahaan sudah memasuki masa krisis, saat perusahaan sudah kehabisan darah (cashflow) dan energi (reputasi dan motivasi). Pada titik ini perusahaan mulai tampak sulit memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo, mulai dari tagihan para pemasok bahan baku, kredit jangka pendek, sampai gaji karyawan. Pada tahap ini, perusahaan sudah benar-benar berada pada posisi berbahaya dan posisinya diragukan.
            Pada dasarnya semua perubahan-perubahan yang dilakukan mengarah pada efektivitas organisasi dan proses pengelolaan perubahan harus mencakup dua gagasan dasar  yaitu: (1) redistribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, dan (2) redistribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat pengembangan (Handoko, 1996 dalam Darsono). Berdasarkan teori tersebut diatas, sebenarnya yang dimaksud dengan transformasi organisasional adalah perubahan-perubahan organisasional yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan internal dan eksternal, sifatnya radikal, atau evolusioner. Tetapi, dalam konteks transformasi organisasional sebagai wujud respon organisasi terhadap perubahan lingkungan. Perubahan radikal dalam transformasi organisasi memunculkan tantangan berat bagi organisasi tanpa menimbulkan masalah, atau dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasinya. Perubahan tidak selalu diterima oleh anggota organisasi, lebih-lebih oleh anggota yang terkena dampak perubahan tersebut. Agar perubahan yang dilakukan dapat berhasil dan tidak menimbulkan dampak yang menyakitkan bagi anggota organisasi, organisasi tidak boleh melakukan perubahan secara terus menerus, organisasi harus mengetahui kapan saat yang tepat untuk melakukan perubahan, perubahan besar dan perubahan kecil harus dilakukan pada interval waktu yang tepat. Ini disebut dynamic stability (Darsono).
            Ada banyak cara atau pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan transformasi organisasi, yaitu dengan melakukan reengineering, membentuk virtual organization, high performing work teams, globalized self-managing work teams, total quality management, empowered organization, boundaryless organization.
            Transformasi organisasi yang dilakukan tidak selalu sukses, ada hal penting yang harus dipertimbangkan oleh organisasi, yaitu: kemungkinan terjadinya penolakan terhadap perubahan. Transformasi organisasi yang dilakukan dengan reengineering misalnya mempunyai resiko untuk gagal yang disebabkan oleh resistensi terhadap perubahan oleh status quo (Yeung and Brockbank, 1996, dalam Darsono). Artinya, jika organisasi dapat memperkecil resiko terjadinya resistensi terhadap transformasi organisasi, maka transformasi organisasi yang dilakukan akan berhasil.
            Selain itu, untuk mensukseskan transformasi organisasi dibutuhkan dukungan dan keterlibatan manajemen puncak, visi perubahan yang jelas, model perubahan khususnya untuk human resources direncanakan secara matang, melibatkan semua pihak pada berbagai tingkatan manajemen dalam merencanakan dan mengimplementasikan transformasi organisasi, karyawan juga harus lebih di berdayakan. Tetapi tantangan terberat saat ini adalah bagaimana organisasi dapat memperkecil resiko terjadinya resistensi terhadap perubahan. Jadi faktor kunci kesuksesan transformasi organisasi terletak pada bagaimana organisasi mengantisipasi dan memperkecil resiko terjadinya resistensi terhadap transformasi organisasi.
            Ada beberapa hal yang menyatakan faktor penyebab penolakan terhadap perubahan (Handoko, 1996,  dalam Darsono) :
  1. orang mungkin menyangkal bahwa perubahan sedang terjadi. Bila ini terjadi organisasi kemungkinan akan terus kehilangan efektivitasnya.
  2. orang mungkin mengabaikan perubahan. Manajer mungkin menangguhkan keputusan-keputusan dengan harapan bahwa masalah yang terjadi akan hilang dengan sendirinya.
  3. orang mungkin menolak perubahan. Karena berbagai alasan manajer dan karyawan mungkin menentang perubahan.
  4. orang mungkin menerima perubahan dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
  5. orang juga mungkin mengantisipasi perubahan dan merencanakannya, seperti yang banyak dilakukan perusahaan-perusahaan progresif.    

3. PENUTUP
            Hadirnya persaingan global di segala bidang mengharuskan perusahaan dan organisasi untuk melakukan transformasi biaya bisnis guna menghadapi perubahan-perubahan yang ada. Lingkungan bisnis telah mengalami perubahan, lingkungan yang mulanya stabil dapat diprediksi berubah menjadi lingkungan yang penuh ketidakpastian, kompleks dan cepat berubah. Organisasi berdiri dan beroperasi ditengah-tengah lingkungan disekitarnya dan organisasi selalu berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya.
            Ada tiga alasan yang menyebabkan MSDM harus menjadi pelopor transformasi organisasional adalah sebagai berikut, yaitu : (1) persaingan yang makin intensif menuntut organisasi untuk dapat menurunkan biaya, (2) persaingan yang makin intensif menuntut organisasi untuk memberikan kualitas pelayanan yang tinggi, (3) praktek manajemen tradisional yang cenderung bersifat birokratis harus di rubah untuk mendukung kesuksesan transformasi organisasional.
            Transformasi bisnis adalah seluruh proses perubahan yang diperlukan oleh suatu korporasi untuk memposisikan diri agar lebih baik dalam menyikapi dan menjawab tantangan-tantangan bisnis baru, lingkungan usaha yang berubah secara cepat maupun keinginan-keinginan baru yang muncul dari dalam perusahaan. Perubahan dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan terhadap pola piker, pola padang dan pola tindak perusahaan, strategi bisnis, budaya perusahaan maupun perilaku dan kemampuan organisasi.
            Transformasi organisasional ini mensyaratkan perubahan yang sifatnya radikal, sehingga dalam pelaksanaannya sering muncul hambatan-hambatan. Hambatan terbesarnya adalah resistensi dari anggota organisasi terhadap perubahan tersebut. Faktor kunci keberhasilan transformasi organisasi adalah memperkecil resistensi anggota organisasi terhadap perubahan.






















DAFTAR PUSTAKA

Darsono, Lincen Indahwati. 2000. Transformasi Organisasional dan MSDM: Hambatan dan Implikasinya Pada Rekrutmen dan Seleksi.FE Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Kasali, Rhenald. 2007. Change! Manajemen Perubahan dan Harapan (Seni Menyiasati Perubahan yang Senantiasa Berubah). Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Susanto, A.B. 2003. Tansformasi Bisnis dan Budaya Perusahaan. Majalah Bisnis Indonesia. Jakarta.  

Tempat Dimana Uang Masih Bernlai


Bagi beberapa kota dengan biaya hidup murah, uang masih terasa harganya.Namun di beberapa kota maju ,harga kebutuhan pokok sehari hari melambung tinggi Uang semakin tidak berharga .Tekanan inflasi , kenaikan harga kebutuhan pokok tingkat penghasilan yang tak kunjung membaik semakin membuat seolah uang hasil jerih payah bekerja selama sebulan tidak ada harganya. Biaya hidup semakin meningkat, pengeluaran membengkak pendapatan tak kunjung bertambah . Namun bisa kita lihat ternyata masih ada beberapa kota yang biaya hidupnya sangat murah.
Memilih sebuah kota untuk tempat tinggal,selain mesti mempertimbangkan biaya hidup ,juga harus mengkalkulasikan berdasarkan kualitas hidup. Naik turunya nilai tukar mata uang sebuah Negara memberikan pengaruh kepada biaya hidup di kota tersebut . Turunnya nilai mata uang akan membuat peringkat suatu Negara tersebut dinilai lebih rendah dibanding sebelumnya.  Kota kota besar menjadi magnet warga dunia untuk datang ,baik untuk berkunjung maupun bekerja dan bertempat tinggal.Walaupun begitu ,mereka harus mempersiapkan dana lebih ,sebab banyak kota besar yang mempunyai tingkat biaya hidup yang tinggi pula. Banyak orang berpendapat bahwa kota –kota Benua Amerika ataupun Eropa mempunyai biaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan kota-kota di asia atau di afrika.Namun anggapan tersebut tidak cocok dengan survei yang dilakukan MERCER baru baru ini.
Kota peringkat yang biaya hidup tertinggi adalah Luanda ,ibu kota Angola,yang berada di Afrika .Dalam daftar yang dikeluarkan MERCER ,Afrika mengirimkan tiga kota besarnya yang menempati 10 besar  biaya termahal .Selain Luanda ,ada Ndjamena di Chad yang menempati peringkat ke 3 dan Libreville Gabon di peringkat ke 7 “ Banyak orang menganggap bahwa kota-kota di dunia berkembang murah ,tapi ini tidak terlalu benar untuk EKSPATRIAT yang bekerja disana ujar peneliti senior  MERCER Natahlie Constantin-Metral .Karena biaya hidup juga merupakan salh satu pertimbangan bagi EKSPATRIAT yang bekerja atau bertempat tinggal  di suatu kota.Penempatan ekspatriat di kota dengan biaya hidup mahal tentunya mengharuskan perusahaan tempat mereka bekerja untuk membiayai dengan gaji atau tunjangan juga tidak sedikit . Dalam beberapa tahun terakhir ,penugasan perusahaan bersifat global.Banyak ekspatriat dan penerima tugas global yang dipindahkan ke berbagai kota dunia.
Kompensasi yang tinggi juga bisa dijadikan rangsangan agar staf yang berbakat mau pindah ke sebuah kota.Karena perusahaan harus menyediakan standar hidup yang tinggi ,khususnya untuk ongkos akomodasi yang tergolong nyaman dan aman
Bagaimana denga kota Jakarta Indonesia menurut hasil survey Cost Living survey Wordwide Ranking dan Jakarta menjadi tujuan utama para ekspatriat yang akan bekerja di Indonesia . Sejumlah perwakilan perusahaan asing dan lembaga internasional memiliki biaya hidup yang tinggi dibandingkan sejumlah kota lain di dunia. Dibandingkan dengan Kuala Lumpur,sejumlah biaya hidup di Jakarta terlihat lebih besar. Misalnya untuk makan di restoran murah di kuala lumpur membutuhkan dana sebesar USD2,59 (Rp 23.562) untuk dua makanan di restoran menengah di butuhkan dana sebesar USD16.66 (Rp 151.564). Adapun untuk 1 liter susu butuh dana USD1,37 (Rp 12.483) dan selusin telur USD1,19 (Rp 10.826)
Survey biaya hidup ini menurut ECA international menilai sebanyak 390 kota di dunia dengan indicator yang dikalkulasikan berdasarkan survey tahunan yang dilakukan setiap Maret dan September.Beberapa kalkulasi biaya hidup yang digunakan ECA International antara lain menyangkut kebutuhan pangan yang di dalamnya ada produk makanan daging,ikan,buah buahan dan sayuran.Kemudian kebutuhan pokok lain seperti minuman ,rokok,hiburan,hingga pakaian ,produk elektronik ,transportasi dan kebutuhan makan diluar .
Beberap biaya hidup seperti untuk akomodasi ,kebutuhab listrik,bensin ,air bersih,biaya perawatan mobil dan biaya sekolah tidak termasuk dalam survey.Beberapa item tersebut bisa membuat perbedaan signifikan dalam pengeluaran

ORGANISASI KOMPETITIF DALAM OLAHRAGA REKREASI


Ada beberapa cara yang berbeda dari penataan persaingan di dalam sebagian besar program olahraga rekreasi. Tiga dari yang paling umum adalah liga, turnamen, dan acara khusus. Modus peraturan ini mengambil banyak bentuk, dengan bermain liga populer dalam domain tim olahraga, turnamen eliminasi digunakan untuk sebagian besar pertandingan liga atas, dan acara khusus yang diadakan untuk mengenali musim dekat, atau tahun kegiatan olahraga.
Berbagai jenis kompetisi turnamen telah bekerja secara luas di rekreasi olahraga deskripsi dari beberapa struktur turnamen kompetitif akan disertakan di sini.
Round robin turnamen mungkin salah satu yang paling banyak digunakan dan salah satu dari jenis yang terbaik struktur kompetitif, karena memungkinkan untuk bermain maksimal. Hal ini sering digunakan di liga, di mana cara seperti ini lebih baik dengan tidak lebih dari delapan tim. Setiap tim memainkan setiap tim lainnya minimal satu kali selama turnamen. Setiap tim terus bermain untuk penyelesaian turnamen, dan pemenangnya adalah orang yang memiliki persentase tertinggi, berdasarkan menang dan kerugian, pada akhir jadwal, tim bermain.
Turnamen, atau lurus, eliminasi tunggal sudah diatur sehingga satu kekalahan menghilangkan seorang pemain atau tim (Gambar 4-3B dan C). Struktur ini tidak mungkin untuk bermain maksimal, para pemenang terus bermain, tapi yang kalah drop out. Sebuah tim atau individu secara otomatis ketika dia menang atau dia kalah. Namun, bentuk organisasi paling ekonomis dari sudut pandang waktu dalam menentukan pemain menang atau tim. Biasanya gambar untuk posisi terjadi, dengan ketentuan untuk pembibitan pemain yang lebih baik atau tim berdasarkan kinerja masa lalu. pembenihan adalah untuk menyediakan lebih persaingan yang ketat sebagai turnamen bergerak ke final. Dalam struktur tersebut, bye diberikan dalam putaran pertama bermain setiap kali jumlah migran tidak jatuh ke dalam dua unit daya (yaitu,?, 2, 4, 8, 16, 32, 64, dll). Jumlah selamat tinggal ditentukan dengan mengurangi jumlah ubin, migran dari daya yang lebih tinggi berikutnya dua. Gambar 4-3B memiliki tiga belas pendatang (I6 - 13 = 3 selamat tinggal). Meskipun turnamen tersebut timeesaver, ia memiliki cacat karena mereka tidak cukup pilih ketiga-tempat kedua dan pemenang. Kedua atau ketiga pemain terbaik mungkin memenuhi pemain terbaik, dan pemenang akhirnya, dalam bermain putaran pertama, yang sering mengimbangi antusiasme untuk tiga permainan atau sisa permainan di turnamen. Kelemahan lain adalah bahwa sebagian besar peserta bermain hanya sekali atau dua kali dalam turnamen.
Double eliminasi turnamen (gambar 4-4A) untuk menghindari beberapa kelemahan dari eliminasi tunggal karena itu perlu bagi tim atau individu kehilangan dua kali sebelum eliminasi. Hal ini juga karakteristik dari berbagai jenis konsultasi dalam turnamen eliminasi yang memungkinkan pemain atau tim untuk bermain lebih dari sekali. (Gambar 4-4B).
Dalam beberapa turnamen penghiburan, semua pemain atau tim yang kalah di putaran pertama dan mereka yang lanjut, karena mereka menerima bye, jangan kehilangan sampai ubin putaran kedua bisa bermain lagi untuk menentukan pemenang hiburan. Pada turnamen yang sama, setiap pemain atau tim yang kehilangan sekali, terlepas dari putaran dimana kerugian terjadi, akan diizinkan untuk bermain lagi. turnamen lainnya termasuk pemutaran Mueller Anderson, dimana kompetitor terus bermain sampai selesai semua tempat telah ditentukan di turnamen ini (gambar 4-4C), dan penghapusan turnamen Bagnall-Wild (Gambar 4-4D), yang merupakan bentuk tunggal eliminasi turnamen yang berfokus pada lebih akurat pilih finishers tempat kedua dan ketiga. Seperti, disebutkan, turnamen eliminasi tunggal untuk mempersiapkan kemungkinan bahwa pemain terbaik kedua atau ketiga tersingkir di babak awal oleh pemenang akhirnya. Dalam Bagnall-Wild, para pemain dieliminasi oleh masing-masing finalis berpartisipasi dalam sebuah turnamen penghiburan terpisah.
Turnamen tangga (Gambar 4-4 E) menyesuaikan dengan baik untuk kompetisi individual. Di sini kontestan diatur dalam tangga, atau vertikal, formasi, dengan peringkat yang ditetapkan sewenang-wenang atau atas dasar kinerja sebelumnya. Setiap peserta dapat menantang satu langsung di atas atau dalam kasus-kasus soome dua di atas, dan jika ia menang, perubahan THC nama tangga. Ketika kontestan yang hilang untuk penantang dari bawah, ia tidak bisa segera rechallenge pemenang, tetapi harus menerima tantangan lain dari bawah. Ini adalah jenis turnamen yang sedang berlangsung yang tidak menghilangkan peserta. Namun, tidak ideal karena dapat menyeret dan bunga dapat dikurangi.
piramida (gambar 4-5) serupa dengan variasi tangga Tournament. bukan 'memiliki satu anak nama minyak atau sebuah tangga langkah, beberapa nama di anak tangga bawah, langkah demi langkah piramida ke puncak peringkat individu. Seorang pemain dapat menantang siapa pun di garis horizontal yang sama, dan kemudian pemenang dapat menantang siapa pun di baris atas.
Turnamen ini bernama spider web dukungan desain, turnamen spider web mengambil nama dari desain braket yang merupakan bentuk jaring laba-laba (Gambar 4-6). kejuaraan ini pada posisi tengah dukungan web.El terdiri dari lima (atau nomor lain yang dipilih) garis yang ditarik secara radial dari pusat dan nama-nama peserta ditempatkan dalam garis konsentris persimpangan ini radial baris. Tantangan dapat dibuat oleh orang dalam setiap baris konsentris untuk setiap orang di baris berikutnya ke pusat. Seorang pemain harus mengalahkan seseorang di tingkat mereka sendiri setelah kalah tantangan dalam waktu dekat dari web internal. Turnamen ini memberikan kesempatan lebih banyak untuk aktivitas kompetitif.
Jenis struktur turnamen yang diambil harus dianggap terbaik untuk unit, user, grup, aktivitas, atau kepentingan dan budaya lokal. Tujuannya harus partisipasi maksimum dalam sekolah dan waktu kendala. Turnamen mendorong minat dan semangat peserta dan merupakan bagian penting dari pengalaman olahraga rekreasi.
PERTIMBANGAN OLAHRAGA REKREASI
Rekreasi Olahraga memiliki potensi untuk membuat kontribusi yang signifikan terhadap semua tingkat pendidikan (K-12 dan College dan University) serta sektor swasta dan publik. Mengingat lagislation terakhir sebagai Title IX, IDEA dan ADA, terutama sensitivitas “(kepekaan) usaha diperlukan dan mandat untuk mencakup peluang bagi perempuan dan orang cacat yang berbeda, seperti halnya populasi beragam lainnya.
olahraga rekreasi dan profesional pendidikan fisik harus memberikan kepemimpinan untuk melakukan outsourcing bakat gabungan mereka dan keahlian pokok kita atau "penuaan" populasi. Kita harus memperluas jangkauan profesional pada apa yang akan menjadi kami yang paling penting dari penduduk negara itu - orang selama enam puluh lima, banyak dari mereka hidup dalam lingkungan melanjutkan perawatan dan perlu mengalami aktivitas fisik sehat. Ini adalah tantangan besar yang harus diatasi! Rekreasi Olahraga telah membuka pintu untuk kemungkinan kegiatan corecreational, dan memelihara tujuan keseluruhan Rekreasi Olahraga harus lebih luas. Tujuan harus mencakup ketentuan-ketentuan untuk: (1) peluang untuk kedua jenis kelamin maupun sebagai warga negara yang sudah tua dan penyandang cacat (dalam lingkungan paling restriktif) untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang sehat pengalaman (2) pengalaman kerja sama dengan Aktivitas fisik bagi setiap orang untuk meningkatkan harga diri mereka dan mengembangkan interdependensi, (3) peserta untuk menikmati puasa perlu untuk menghabiskan waktu luang dalam kegiatan yang konstruktif dan rekreasi fisik sehat.
Tujuan orang yang memiliki cacat berpartisipasi dalam  terbatas paling dan bergabung dengan program rutin olahraga rekreasi adalah sulit, jika tidak lebih. Program seperti "teman khusus" dan "Unified Olahraga" (program dilembagakan oleh International Olimpiade Khusus) harus disertakan. Khusus populasi berpartisipasi dalam hari olahraga, hari hari bermain dan yg mengundang, yang telah kegiatan ekstrakurikuler olahraga tradisional dan rekreasi intrauniversitas AAHPERD dan didukung oleh National Association of keberanian dan perempuan dalam olahraga, juga harus didorong.
Tujuannya adalah untuk memberikan penduduk senior kami rekreasi yang signifikan dan hiburan terus ditangani. Ini adalah kesempatan baik untuk berkontribusi dalam kesehatan dan kesejahteraan sebagian besar penduduk kita yang membutuhkan kualitas rekreasi.
Pada tingkat perguruan tinggi dan universitas, manajer olahraga rekreasi tidak boleh melupakan mahasiswa pascasarjana (siswa lama kini banyak kembali ke sekolah), fakultas dan staf, dan orang-orang individu, keluarga dan lain-lain yang signifikan.Secara langsung masyarakat juga harus disertakan. Penelitian menunjukkan bahwa program olahraga rekreasi menarik membantu merekrut dan mempertahankan guru dan siswa. Inklusi orang lain yang penting akan memberikan kontribusi untuk partisipasi berkelanjutan dalam kegiatan fisik sepanjang hidup. Tidak diragukan lagi semua direktur pendidikan jasmani dan olahraga rekreasi harus terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup populasi yang mereka layani. Langkah-langkah untuk membantu dalam usaha ini, lihat kode etik NIRSA, checklist untuk program olahraga rekreasi dan gambar dari sebuah daftar periksa untuk penilaian program olahraga rekreasi pada halaman 135-138).
Perencanaan Program Strategis Dalam Olahraga Rekreasi
Salah satu fungsi yang paling penting dari mengelola olahraga rekreasi (atau manajer apapun) adalah pengembangan terus menerus perhatian dari rencana strategis program. Dalam lingkungan yang sangat kompetitif saat ini, program tidak hanya harus memenuhi kebutuhan pengguna / pelanggan, namun juga akan menguntungkan atau kemungkinan risiko secara bertahap. Untuk mencapai di atas dan melayani anggotanya, manajer harus merencanakan suatu strategi (model spesifik tindakan untuk mencapai tujuan organisasi) untuk mengambil keuntungan dari perencanaan.
Proses perencanaan strategis melibatkan serangkaian langkah atau fase yang dapat dimodifikasi untuk kebanyakan kasus manajemen. Kami menawarkan tahapan atau langkah-langkah dari proses perencanaan untuk dipertimbangkan.


Misi Atau Visi Prestasi
Pernyataan ini menjelaskan program apa yang harus dicapai dan bagaimana hal itu cocok dengan sudut pandang konseptual dan filosofi organisasi. Hal ini penting untuk mengatur nada dan infus organisasi dengan rasa tindakan disengaja.
Gambaran Dari Analisis Situasi
Analisis kondisi manajemen, iklim, waktu dan kompleksitas tugas adalah panduan untuk menetapkan tujuan yang realistis. Analisis ini harus mencakup kekuatan organisasi, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) (Pitts dan Lei, 2000).
Spesifikasi Tujuan
Tujuan dan sasaran yang diperlukan untuk menyediakan satu set tugas terukur yang berkontribusi langsung kepada visi organisasi. Tujuan harus realistis, masuk akal, menantang, dapat dicapai dan diukur jika memungkinkan (misalnya, Meningkatkan jumlah siswa penyandang cacat dalam program selama 16-32 peserta, untuk menghasilkan dana 15 persen lebih dari perusahaan sponsor). Mungkin tujuan jangka panjang, menengah. atau jangka pendek di alam. Pertumbuhan, profitabilitas, kepuasan klien, retensi, dan kesadaran sosial adalah contoh dari daerah mana tujuan organisasi dapat dibentuk.
·         Kendala dari Identikasi
Gambaran kondisi dan kendala yang dapat menghambat pencapaian tujuan, termasuk jalur alternatif terhadap pencapaian tujuan, harus dijelaskan. Kendala mungkin manusia, teknis, lingkungan, ekonomi, informasi, atau sosial-politik.


·         Sumber Daya Dari Identifikasi
Erat kaitannya dengan pengembangan rencana aksi adalah pembentukan kriteria informationgathering untuk membantu generasi ide suara. Hal ini penting bagi tahap ini konsultan maju penelitian dan masukan, mahasiswa, staf, dan masyarakat.
Perumusan Rencana
Untuk setiap rencana menjadi efektif, administrator harus melibatkan semua orang (SDM) yang diperlukan untuk pelaksanaannya. Rencana harus dibuat harus sesuai dengan peluang internal dan eksternal untuk kekuatan genteng dari jadwal, sehingga memiliki potensi untuk menjadi sukses dan berkelanjutan. Tugas yang jelas dan peran, deskripsi pekerjaan dan harapan, bagaimana bagian tersebut berhubungan dengan keseluruhan, jadwal, biaya, nilai-nilai individu dan keyakinan, dan masukan langsung sangat penting untuk rencana tersebut.
Pelaksanaan
Sebuah aspek penting dari misi organisasi adalah komitmennya untuk proses perencanaan strategis. Ini termasuk rekrutmen, personalia dan pelatihan sumber daya manusia dan memberikan dukungan anggaran yang diperlukan, termasuk penghargaan dan incentivities, untuk sepenuhnya melaksanakan rencana aksi.
Penilaian (Evaluasi)
penilaian teknis untuk olahraga rekreasi berbeda tetapi pada umumnya harus mencakup (1) pengumpulan data (2) tujuan dan sasaran program (Sebagai contoh, jumlah peserta, jumlah tim, permainan yang dimainkan), (3) penilaian pemain, pelatih, pejabat, nilai permainan, penggunaan fasilitas, dll, (4) rekomendasi dari kelompok tinjauan internal dan eksternal, (5) dilihat konsultan, dan (6) peserta untuk membentuk pendapat dan penilaian mengenai keseluruhan pelaksanaan program.
Penyelesaian tahap penilaian perencanaan, direktur olahraga rekreasi dan staf program (tim manajemen) mungkin berguna untuk melakukan revisi, amandemen, membuat penyesuaian atau program lembaga korektif baru untuk merespon lebih kognitif , psikomotorik, afektif socioculturelleset tuntutan kelompok pengguna dilayani. Kesadaran tentang perlunya perencanaan strategis dan bijaksana, dan keterlibatan total seluruh peserta dalam program olahraga rekreasi, mengarah ke program-program yang berkelanjutan dan sukses.



fauji,mng4_Pic38


                        


























KONTRAK KULIAH

KONTRAK KULIAH

Nama Mata Kuliah   :  Perilaku Keorganisasian
Kode Mata Kuliah     :
Jurusan                      :  Manajemen
Semester/T.A             :  Ganjil/2009/2010
Atribut Soft Skill       :
Tempat Pertemuan   :  Ruang Kuliah FE UNIMED
Nama Dosen              :  Aprinawati,SE.MM
Telp/Hp                      :  (061) 76488815 /081375399992

  1. Tujuan/Manfaat Mata Kuliah
Mata kuliah ini mengkaji tentang interaksi manusia di dalam organisasi yang meliputi suatu studi tentang perilaku, struktur dan proses dalam organisasi. Dengan mempelajari mata kuliah ini mahasiswa dapat memotivasi dirinya dan orang lain untuk bekerja sama secara produktif dalam tim, mengadakan hubungan yang manusiawi, mengenal perilaku manusia ditempat kerja dan pengaruhnya terhadap orang-orang ditempat kerja.
  1. Deskripsi Perkuliahan
Mata kuliah ini membahas tentang perilaku individu dalam organisasi, perilaku kelompok dalam organisasi serta membahas mengenai struktur organisasi dan pengembangannya.
  1. Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :1) menjelaskan mengenai perilaku individu dalam organisasi, 2)menjelaskan tentang perilaku kelompok dalam organisasi, 3) menautkan konsep tim dan kelompok kearah penciptaan tim yang berkinerja tinggi, 4) mendeskripsikan mengenai kekuasaan dan politik, 5) menjelaskan tentang pengorganisasian konflik, 6) menjelaskan tentang kepemimpinan, 7) menjelaskan mengenai komitmen organisasional, 8) menjelaskan tentang struktur organisasi, desain organisasi dan desain pekerjaan. 
  1. Hubungan Fungsional Materi Kajian

Organization Chart

Langkah-langkah perkuliahan berdasarkan pertemuan sebagai berikut :

PERTEMUAN 1
KOMPETENSI
Menguasai tujuan dan kompetensi yang diharapkan pada perkuliahan Perilaku Keorganisasian. Mengetahui informasi mengenai materi perkuliahan, tugas, teknik pembelajaran, system penilaian dan sumber pembelajaran yang digunakan dalam mata kuliah ini.

ATRIBUT SOFT SKILL
Komunikasi lisan, mengemukakan pendapat, kemampuan analisis

MATERI
Penyampaian matari perkuliahan, kesepakatan kontrak kuliah, norma akademik, aktivitas belajar, dan pemberian tugas.

AKTIVITAS
Penyampaian informasi oleh dosen, diskusi tentang kontrak perkuliahan

OUTPUT
Kontrak yang telah disepakati bersama dengan mahasiswa

SUMBER BELAJAR
Buku
1.   Stephen P. Robbins, Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi, Edisi Kelima, Penerbit  
    Erlangga, Jakarta .2002
2.   Dr. Sopiah,MM,Mpd, Perilaku Organisasional, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2008
3.   Miftah Toha, Perilaku Organisasi Konsep dasar dan Aplikasinya, Penerbit PT. Raja
     Grafinso Persada, Jakarta, 2008. 
4. Gary Desler, Organizational Theory Integrating Structure and Behavioral, Second
    Edition, Prentice Hall, 2003

B.Website
Beberapa artikel atau jurnal penelitian yang berhubungan dengan materi perkuliahan.

DAMPAK
Mahasiswa akan terampil mempersiapkan diri dalam mengikuti perkuliahan dan pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar.

ASSESMENT
Rekam Jejak Aktivitas






PERTEMUAN 2
KOMPETENSI
Mahasiswa kompeten menjelaskan pengertian, dan unsur-unsur organisasi.

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Pengertian perilaku keorganisasian, tujuan memperlajari perilaku keorganisasian, tingkatan analisis dalam perilaku organisasi.


AKTIVITAS
Presentasi Mahasiswa, Diskusi Kelas

OUTPUT
Laporan Hasil Diskusi Mahasiswa

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian perilaku organisasi, tujuaan mempelajari perilaku organisasi dan tingkatan analisis dalam perilaku organisasi.

ASSESMENT
  1. Penilaian proses
  2. Penilaian aktivitas


PERTEMUAN 3
KOMPETENSI
Mahasiswa kompeten menjelaskan mengenai perilaku individu dalam organisasi.

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kepemimpinan, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Pengertian perilaku individu, jenis-jenis teori belajar, kinerja individu, langkah modifikasi perilaku.

AKTIVITAS
Presentasi mahasiswa, diskusi kelas



OUTPUT
Laporan diskusi kelompok mahasiswa

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian perilaku individu, jenis-jenis teori belajar, menganalisis kinerja individu dan menganalisis langkah modifikasi perilaku.

ASSESMENT
  1. Penilaian proses
  2. Penilaian aktivitas

PERTEMUAN 4
KOMPETENSI
Mahasiswa kompeten menjelaskan mengenai Teori motivasi, Perilaku kelompok dalam organisasi.

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi, saling menghargai dan kemampuan analisis

MATERI
Teori motivasi awal, teori kontemporer, pengertian dan jenis kelompok, alas an terbentuk kelompok, tahap-tahap pengembangan kelompok.

AKTIVITAS
Presentasi Kelompok mahasiswa dan diskuri kelas

OUTPUT
Laporan diskusi kelompok

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa terampil menganalisa mengenai perilaku kelompok

ASSESMENT
  1. Penilaian proses
  2. Penilaian aktivitas




PERTEMUAN 5
TES FORMATIF 1

PERTEMUAN 6
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan lebih lanjut tentang perilaku kelompok dalam organisasi.


ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi, Saling menghargai dan kemampuan analisis

MATERI
Faktor-faktor yang menentukan prestasi kelompok, faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan kohesivitas kelompok, Isu kontemporer dalam tim, Menautkan konsep tim dan kelompok kearah penciptaan tim berkinerja tinggi.

AKTIVITAS
Presentasi kelompok mahasiswa, Diskusi kelas, penyampaian kesimpulan oleh dosen

OUTPUT
Laporan Hasil Diskusi Mahasiswa

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa mampu membedakan faktor-faktor yang menentukan prestasi kelompok dan mampu menautkan konsep tim dan kelompok kearah penciptaan tim berkinerja tinggi

ASSESMENT
  1. Penilaian proses
  2. Penilaian aktivitas

PERTEMUAN 7
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai kekuasaan dan politik.

ATRIBT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis,

MATERI
Pengertiaan kekuasaan, sumberkekuasaan, pengertian politik, taktik untuk menjalankan politik dalam organisasi, faktor-faktor yang mendorong terjadinya prilaku politik.
AKTIVITAS
Presentasi kelompok mahasiswa, diskusi kelas.

OUTPUT
Laporan hasil diskusi

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website
DAMPAK
Mahasiswa kompeten menjelaskan dan menganalisis tentang kekuasaan dan politik

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian

PERTEMUAN 8
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis konflik dalam organisasi

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Hakikat politik, perubahan pandangan tentang konflik, konflik fungsional dan disfungsional, hubungan kerja dengan prestasi kerja

AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten menjelaskan dan menganalisisbserta mengelola konflik dalam organisasi

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian


PERTEMUAN 9
TES FORMATIF 2
 
PERTEMUAN 10
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu mengelola konflik dalam organisasi

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Jenis-jenis konflik dalam organisasi, sumber konflik, startegi mengelola konflik, negosisi / perundingan.

AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten menjelaskan dan mengelola konflik dala organisasi

ASSESMENT
1.      penilaian proses
2.      penilaian aktivitas
3.      penugasan analisa jurnal penelitian

PERTEMUAN 11
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang kepemimpinan

ATRIBT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Defenisi dan proses kepemimpinan, teori-teori kepemimpinan, kepemimpinan model integratife, dimensi fungsional kepemimpinan

AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi dan kesimpulan oleh dosen
SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten menjelaskan an menganalisis mengenai kepemimpinan

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian

PERTEMUAN 12
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang budaya organisasi

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Pengertian budaya organisasi, dimensi-dimensi budaya organisasi, peranan budaya organisasi, membangun dan membina budaya organisasi dan bagaimana cara mempelajari budaya organisasi
AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi dan kesimpulan oleh dosen

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten menjelaskan tentangperanan budaya organisasi

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian

PERTEMUAN 13
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang komunikasi dalam organisasi

ATRIBT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Pengertian komunikasi, proses dan unsure-unsur komunikasi, komiunikasi antar pribadi dan kelompok, jaringan komunikasi, hambatan komunikasi dan mengatasi hambatan komunikasi
AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten menjelaskan mengenai komunikasi dalam organisasi

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian

PERTEMUAN 14
TES FORMATIF 3
 
PERTEMUAN 15
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan komitmen dan dampaknya terhadap organisasi
ATRIBT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Pengertian komitmen organisasimal, bentuk komitmen organisasional, prossesterjadinya kometmen organisasional, dampak organisasional.

AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi dan kesimpulan oleh dosen

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website




DAMPAK
Mahasiswa kompeten untuk membangun komitmen dalam organisasi

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian


PERTEMUAN 16
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menjelaskan struktur organisasi, desain organisasi dan desain penerapan

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis

MATERI
Pengertian struktur dan desain organisasi, pembagian tugas, departementalisasi, rentang kendali, delegasi wewenang, teori desain organisasi

AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas

OUTPUT
Laporan hasil diskusi dan kesimpulan oleh dosen

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten untuk menyusun sebuah struktur organisasi yang dilengkapi dengan pembagian tugas dan wewenag

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian

PERTEMUAN 17
KOMPETENSI
Mahasiswa mampu menghadapi perubahan dan pengembangan dari sebuah organisasi

ATRIBUT SOFT SKILL
Kerjasama, Komunikasi, Kebersamaan, Toleransi dan kemampuan analisis


MATERI
Pengertian pengembangna organisasi, pendekatan melakukan perubahan, desakan untuk melakukan perubahan, penolakan terhadapperubahan, mengatasi perubahan terhadap, perubahan dan proses pengembangan organisasi dan pengembangan organisasi

AKTIVITAS
Persentasi kelompok mahasiswa dan diskusi kelas


OUTPUT
Laporan hasil diskusi dan kesimpulan oleh dosen

SUMBER BELAJAR
  1. Buku :1,2,3,4
  2. Website

DAMPAK
Mahasiswa kompeten untuk menghadapi perubahan serta mengetahui berbagai hambatan dalam perubahan

ASSESMENT
  1. penilaian proses
  2. penilaian aktivitas
  3. penugasan analisa jurnal penelitian

5.     Tugas-tugas Mahasiswa

a.       Setiap bacaan perkuliahan harus sudah dibaca sebelum mengikuti perkuliahan
b.      Nahasiswa akan dibagi dalam beberapa kelompok kemudian membuat tugas makalah dan dipresentassekan didepan kelas. Nilai tugas inni terbagi atas nilai makalah dan presentasi.
c.       Soal-soal yang akan diberikan untuk ujian formatif berbentuk esai sesuai dengan materi perkuliahan yang diberikan.

Penilaian yang dilakukan pada mata kuliah ini mengacu pada system penilaian yang diatur dalam peraturan akademik Unimed


SA =
               N

Dimana F1 adalah ujian formatif ke-i dan N adalah jumlah formatif dengan criteria :
Skor                Nilai akhir
  1. 90 – 100          A
  2. 80 – 89            B
  3. 70 – 79            C
  4. 0 – 69              E



6.     Jadwal Perkuliahan
Sesuai dengan jadwal waktu yang ditetapkan

7.     Aturan atau disiplin Kuliah
  1. Mahasiswa harus hadir mengikuti kuliah minimal 75%
  2. Mahasiswa harus berpartisipasi aktif atas seluruh kegiatan yang dilakukan dan memenuhi tagihan-tagihan yang ditetapkan
  3. Mahasiswa hadir tepat waktu dalam perkuliahan
  4. Mahasiswa mengumpul seluruh tagihan yang diberikan
  5. DLL






Medan,  Agustus 2009

Diketahui oleh                             Disetujui oleh             Dosen Ybs
Ketua Jurusan                             Mahasiswa



_______________                        _____________           APRINAWATI,SE.MM





















KONTRAK KULIAH

Nama Mata Kuliah   :  ETIKA BISNIS
Kode Mata Kuliah     :
Jurusan                      :  Manajemen
Semester/T.A             :  Ganjil/2009/2010
Atribut Soft Skill       :
Tempat Pertemuan   :  Ruang Kuliah FE UNIMED
Nama Dosen              :  Aprinawati,SE.MM
Telp/Hp                      :  (061) 76488815 /081375399992

1.      Tujuan/Manfaat Mata Kuliah
2.      Deskripsi Perkuliahan
3.      Kompetensi Dasar
4.      Hubungan Fungsional Materi Kajian

PERTEMUAN 1
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 2
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 3
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 4
TES FORMATIF 1
 
PERTEMUAN 5
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 6
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 7
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 8
TES FORMATIF 2

PERTEMUAN 9
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT
 
PERTEMUAN 10
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 11
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 12
TES FORMATIF 3

PERTEMUAN 13
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 14
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT
 
PERTEMUAN 15
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 16
KOMPETENSI
ATRIBT SOFT SKILL
MATERI
AKTIVITAS
OUTPUT
SUMBER BELAJAR
DAMPAK
ASSESMENT

PERTEMUAN 17
TES FORMATIF IV


5.      Tugas-tugas Mahasiswa
6.      Jadwal Perkuliahan
7.      Aturan atau disiplin Kuliah


Medan,  Agustus 2009
Diketahui oleh                             Disetujui oleh             Dosen Ybs
Ketua Jurusan                             Mahasiswa



_______________                        _____________           APRINAWATI,SE.MM